LPI Liga Primer Indonesia

Google Adsense Code Here/Ad

LPI Liga Primer Indonesia

Minggu, 09 Januari 2011 | Tags: , , , , ,
Digg it | Stumble it | Save to Del.ico.us

Joko Driyono. ANTARA/Andika Wahyu
TEMPO Interaktif, Jakarta: Bergulirnya kompetisi sepak bola Liga Primer Indonesia (LPI) ternyata tidak membuat pusing Indonesia Super League atau Liga Super Indonesia (LSI), kompetisi yang berada di bawah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia.

CEO atau Ketua Eksekutif PT Liga Indonesia, yang menyelenggarakan LSI, Joko Driyono, mengatakan bahwa LPI bukan pesaing mereka. "Pekerjaan kami jauh lebih banyak," katanya.

Bola panas dua kompetisi ini mencapai puncaknya kemarin, dengan mulai digulirkannya LPI. Partai yang mempertemukan Persema Malang dan Solo FC menjadi laga pembuka di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah. Kompetisi yang digagas pengusaha Arifin Panigoro itu muncul sebagai liga tandingan. Diikuti 19 klub, LPI mengklaim diri sebagai kompetisi yang lebih baik daripada LSI.

Klaim boleh saja dilontarkan. Dukungan juga mengalir kepada LPI. Namun LSI tak mau menanggapi berlebihan persoalan kompetisi tandingan itu. Joko mengatakan mereka tidak akan memikirkan soal LPI karena masalah itu bukan ranah kewenangannya.

Menurut Joko, LSI adalah kompetisi yang sah karena berada di bawah naungan asosiasi resmi, yaitu PSSI.

"Tidak perlu berbusa-busa bicara soal ini. Kami punya banyak kerjaan di depan. Kami tak mau ambil pusing untuk hal yang minor. Menurut saya, ini minor. Kalau kita melihat ini adalah hal yang besar, kita akan kehilangan konsentrasi dan hanya akan menghabiskan energi," kata Joko di kantornya, Jumat lalu.

Joko mengatakan, jika dilihat dari organisasi, LSI tak perlu ambil pusing karena LPI adalah urusan PSSI. Adapun PT Liga Indonesia berkonsentrasi dalam urusan operasional liga. Mengenai persaingan yang nantinya akan timbul, ia merasa hal itu bukanlah hal baru. "Saya merasakan persaingan dalam usaha adalah pekerjaan kami sehari-hari. Kami siap menghadapi persaingan sekuat apa pun," katanya.

Joko juga mengatakan tak takut kehilangan penonton. Saat ini dukungan terhadap LPI cukup tinggi sebagai bentuk protes terhadap PSSI, yang menjadi induk LSI. "Tidak ada yang ditakutkan. Berkompetisi bisa dengan siapa saja, entah itu LPI atau apa pun namanya. Urusan kami adalah melaksanakan liga, konteksnya industri."

Klub mundur
Munculnya LPI sedikit-banyak memang mempengaruhi LSI, yang sudah bergulir sejak 26 September 2010. Tiga klub, Persema Malang, Persibo Bojonegoro, dan PSM Makassar, dinyatakan mundur sejak 6 Januari lalu karena membelot ke LPI. Alhasil, pelaksanaan, jadwal, dan penilaian terpaksa berubah. Namun Joko berkeyakinan semua akan berjalan seperti rencana walaupun secara kuantitas ada pengurangan jumlah pertandingan sampai 70-an.

Joko mengatakan secara umum tidak ada perubahan. Sedikit perubahan hanya akan terjadi nanti pada putaran kedua, mulai pertengahan Maret nanti. Ini terjadi karena ada sedikit penyesuaian dengan jadwal tiga klub peserta LSI yang akan tampil di AFC Cup (Arema Malang, Sriwijaya FC, dan Persipura Jayapura), Mei mendatang.

"Konsentrasi kita jangan sampai terlarut-larut hanya karena masalah ini, kami harus memproteksi event ini berjalan sampai akhir di 19 Juni nanti. Amanat kami untuk mengelola sebaik-baiknya agar 15 klub ini bisa menyelesaikan liga sampai selesai," kata Joko.

Joko justru menantang kesanggupan Liga Primer Indonesia LPI membuktikan kemampuannya menggelar kompetisi. "Bebannya ada pada mereka karena kami sudah puluhan tahun. Biarlah waktu dan publik untuk menilai. Saya tidak khawatir," kata Joko.

RINA WIDIASTUTI
sc : http://www.tempointeraktif.com/hg/lpi_fokus/2011/01/09/brk,20110109-304781,id.html



What Next?
Link To This Page:


Link To Home Page:



Subscribe to Addicted Online or subscribe in as a reader

0 Responses to LPI Liga Primer Indonesia

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Entri Populer

Follow Addicted-Online

Advertisement

Recent Posts

Subscription